Deskripsi
Penulis:
dr. Fara Disa Durry, M.Kes., M.Biomed (AAM)., M.MB.
Dr. dr. Sukma Sahadewa, M.Kes., S.H., M.H., S.Sos., M.Sos.,
M.M., CLA., FISCM., FISPH3.
dr. Leonardo Tedjaprasadja, M.K.M.
dr. Amalia Rahmadinie, Sp.An.
Brigjen TNI Pur. Dr. dr. Amin Ibrizatun, S.H., M.A.R.S., M.H., FIHFAA., FIMMA.
dr. Wayan Dhea Agastya, M.Ked.Klin., Sp.An.
dr. Ade Yoska Tilla Serihati., M.KM.
dr. Cinthiana
Ummi Maktum
dr. Lathifah Nudhar M.K.M.
dr. Syarifah Aini Sp.KJ.
dr. Denny Christian Lukas, MMRS.
dr. Agustiawan, MKM, AIFO-K, FRSPH, FISQua.
Bencana tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik dan kerugian ekonomi, tetapi juga membawa konsekuensi serius terhadap kesehatan masyarakat. Gangguan akses pangan, meningkatnya risiko penyakit, terganggunya pelayanan kesehatan, serta munculnya berbagai masalah psikologis menjadikan situasi bencana sebagai kondisi yang membutuhkan penanganan secara komprehensif dan terintegrasi. Dalam konteks tersebut, aspek gizi, kesehatan, dan psikososial menjadi tiga komponen penting yang saling berkaitan dan menentukan keberhasilan proses tanggap darurat maupun pemulihan pascabencana.
Buku ini hadir sebagai referensi yang membahas secara menyeluruh berbagai isu kesehatan yang muncul pada situasi bencana. Buku ini diawali dengan pembahasan mengenai dampak bencana terhadap kesehatan fisik, status gizi, penyakit kronis, sistem pelayanan kesehatan, serta perubahan fisiologis dan sistem imun tubuh. Selanjutnya, pembaca diperkenalkan pada konsep dasar manajemen bencana di bidang kesehatan, termasuk peran tenaga kesehatan dan integrasi program gizi dalam penanggulangan bencana.
Pembahasan berikutnya berfokus pada konsep gizi dalam situasi darurat, kebutuhan gizi kelompok rentan, metode penilaian kebutuhan gizi, serta teknik penilaian status gizi korban bencana yang dapat diterapkan di lapangan. Buku ini juga mengulas secara khusus manajemen menyusui selama bencana sebagai salah satu strategi penting dalam melindungi kesehatan bayi dan ibu menyusui. Tidak hanya aspek fisik, buku ini turut membahas dampak psikologis bencana, kebutuhan psikoedukasi bagi penyintas, serta berbagai strategi dan metode dukungan psikososial yang dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan dan relawan.
Dengan pendekatan yang berbasis bukti ilmiah dan disusun secara sistematis, buku ini diharapkan dapat menjadi sumber belajar dan referensi praktis bagi mahasiswa, tenaga kesehatan, peneliti, akademisi, relawan kemanusiaan, serta para pengambil kebijakan. Melalui pemahaman yang lebih baik mengenai hubungan antara gizi, kesehatan, dan psikososial dalam situasi bencana, diharapkan berbagai pihak dapat berkontribusi dalam menciptakan respons bencana yang lebih efektif, manusiawi, dan berkelanjutan demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat terdampak.


Ulasan
Belum ada ulasan.