Analisis Wacana sebagai Kajian Bahasa dalam Konteks Penggunaanya Penulis: Fridiawan Surya Kencana, S.Pd., dkk.

Rp 111.500

New!

Penulis:
Fridiawan Surya Kencana, S.Pd.
Venti Ayu Lestari, S.Pd.
Dr. Noermanzah, M.Pd.

Buku ini membahas analisis wacana sebagai cabang linguistik yang tidak hanya menelaah bahasa sebagai sistem tanda, tetapi juga sebagai praktik sosial. Analisis wacana digunakan untuk mengungkap makna tersembunyi, ideologi, dan relasi kuasa dalam komunikasi sehari-hari. Sejarah dan Definisi Analisis Wacana Konsep analisis wacana pertama kali dikenalkan oleh Zellig Harris (1952). Di Indonesia, kajian wacana berkembang sejak tahun 1970-an. Wacana dipahami sebagai rangkaian ujar atau tindak tutur yang koheren, baik lisan maupun tulisan. Analisis wacana menekankan hubungan bahasa dengan konteks sosial, budaya, dan ideologi.
Unsur-Unsur Pembentuk Wacana Unsur internal: kata, kalimat, teks, topik, tema, judul, kohesi, dan koherensi. Unsur eksternal: konteks (verbal dan nonverbal), implikatur, presuposisi, inferensi, serta faktor sosial-budaya. Macam-Macam Wacana Berdasarkan saluran komunikasi: tulis dan lisan. Berdasarkan komunikator: monolog, dialog, polilog. Berdasarkan bentuk penyajian: deskriptif, naratif, eksplikatif, instruktif, persuasif, prosedural, hingga humor. Pendekatan Analisis Wacana Linguistik struktural: menekankan bentuk dan struktur bahasa. Fungsional sistemik (Halliday): melihat bahasa sebagai alat sosial untuk mencapai tujuan. Sosiolinguistik & etnografi: menekankan konteks budaya, identitas, dan norma sosial. Penerapan Analisis Wacana Analisis wacana diaplikasikan dalam berbagai bidang, antara lain:
1. Kritis: mengungkap relasi kuasa, dominasi, dan ideologi.
2. Pendidikan: memahami interaksi belajar-mengajar.
3. Media sosial: menganalisis cara bahasa membentuk opini publik.
4. Politik: menyingkap retorika, framing, dan strategi komunikasi.
5. Sastra: menafsirkan makna, gaya, dan representasi dalam teks sastra.
Manfaat Analisis Wacana Memahami bahasa sebagai praktik sosial. Membantu menjelaskan proses pemerolehan bahasa. Mengungkap strategi komunikasi, baik dalam percakapan sehari-hari maupun wacana publik. Menegaskan bahwa analisis wacana penting untuk memahami bahasa dalam konteks yang nyata. Melalui pendekatan multidisipliner, analisis wacana memberi pemahaman kritis mengenai peran bahasa dalam kehidupan sosial, politik, budaya, dan pendidikan.

Ukuran: 13 cm x 19 cm
Tebal: 274 halaman
ISBN: 978-623-132-678-2

Kategori: , ,

Deskripsi

Penulis:
Fridiawan Surya Kencana, S.Pd.
Venti Ayu Lestari, S.Pd.
Dr. Noermanzah, M.Pd.

Buku ini membahas analisis wacana sebagai cabang linguistik yang tidak hanya menelaah bahasa sebagai sistem tanda, tetapi juga sebagai praktik sosial. Analisis wacana digunakan untuk mengungkap makna tersembunyi, ideologi, dan relasi kuasa dalam komunikasi sehari-hari. Sejarah dan Definisi Analisis Wacana Konsep analisis wacana pertama kali dikenalkan oleh Zellig Harris (1952). Di Indonesia, kajian wacana berkembang sejak tahun 1970-an. Wacana dipahami sebagai rangkaian ujar atau tindak tutur yang koheren, baik lisan maupun tulisan. Analisis wacana menekankan hubungan bahasa dengan konteks sosial, budaya, dan ideologi.
Unsur-Unsur Pembentuk Wacana Unsur internal: kata, kalimat, teks, topik, tema, judul, kohesi, dan koherensi. Unsur eksternal: konteks (verbal dan nonverbal), implikatur, presuposisi, inferensi, serta faktor sosial-budaya. Macam-Macam Wacana Berdasarkan saluran komunikasi: tulis dan lisan. Berdasarkan komunikator: monolog, dialog, polilog. Berdasarkan bentuk penyajian: deskriptif, naratif, eksplikatif, instruktif, persuasif, prosedural, hingga humor. Pendekatan Analisis Wacana Linguistik struktural: menekankan bentuk dan struktur bahasa. Fungsional sistemik (Halliday): melihat bahasa sebagai alat sosial untuk mencapai tujuan. Sosiolinguistik & etnografi: menekankan konteks budaya, identitas, dan norma sosial. Penerapan Analisis Wacana Analisis wacana diaplikasikan dalam berbagai bidang, antara lain:
1. Kritis: mengungkap relasi kuasa, dominasi, dan ideologi.
2. Pendidikan: memahami interaksi belajar-mengajar.
3. Media sosial: menganalisis cara bahasa membentuk opini publik.
4. Politik: menyingkap retorika, framing, dan strategi komunikasi.
5. Sastra: menafsirkan makna, gaya, dan representasi dalam teks sastra.
Manfaat Analisis Wacana Memahami bahasa sebagai praktik sosial. Membantu menjelaskan proses pemerolehan bahasa. Mengungkap strategi komunikasi, baik dalam percakapan sehari-hari maupun wacana publik. Menegaskan bahwa analisis wacana penting untuk memahami bahasa dalam konteks yang nyata. Melalui pendekatan multidisipliner, analisis wacana memberi pemahaman kritis mengenai peran bahasa dalam kehidupan sosial, politik, budaya, dan pendidikan.

Ukuran: 13 cm x 19 cm
Tebal: 274 halaman
ISBN: 978-623-132-678-2

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Analisis Wacana sebagai Kajian Bahasa dalam Konteks Penggunaanya Penulis: Fridiawan Surya Kencana, S.Pd., dkk.”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Shopping cart

close