Deskripsi
“Kita lelah bukan karena terlalu berat beban hidup, tapi karena terlalu sering lupa kepada siapa kita bersandar.”
Menjadi manusia zaman ini terasa melelahkan. Kita dipaksa selalu kuat, dituntut untuk selalu bisa, dan ditinggalkan saat mulai lelah. Padahal, bukan itu esensi hidup. Kita bukan sekadar manusia pekerja keras, kita adalah hamba yang punya tempat pulang.
Buku ini hadir sebagai ruang istirahat, bukan untuk menggurui, tapi menemani. Di dalamnya, ada renungan-renungan sederhana, kisah-kisah nyata, dan potongan doa yang bisa menenangkan. Ia tidak menyuruhmu berhenti, tapi mengajakmu untuk kembali—pada Allah, pada makna hidup yang sesungguhnya.
Bagi siapa pun yang merasa kelelahan menjadi manusia, semoga buku ini menjadi pelukan hangat dan pengingat lembut: bahwa menjadi hamba adalah jalan paling tenang, karena Allah tidak pernah menuntutmu sempurna—cukup taat, cukup ikhlas, cukup percaya.


Ulasan
Belum ada ulasan.