KETIKA DISRUPSI MENGUJI TOLERANSI: Cerita NU Indramayu Melindungi Minoritas Penulis: Syahrul Kirom, S.Fil.I., M.Phil. & H. Bisri, S.Ag., M.Fil.I.

Rp 69.000

New!

Buku ini menghadirkan potret mendalam tentang dinamika keberagaman di tengah perubahan sosial yang kian cepat. Di era disrupsi—ditandai oleh transformasi digital, polarisasi identitas, dan menguatnya wacana intoleransi—tantangan terhadap kehidupan harmonis antarumat beragama semakin kompleks. Buku ini menyoroti peran strategis Nahdlatul Ulama (NU), khususnya di Indramayu, dalam menjaga nilai-nilai toleransi dan keadilan sosial.
Melalui pendekatan naratif dan reflektif, pembaca diajak menyelami berbagai kisah nyata tentang bagaimana NU Indramayu hadir sebagai pelindung bagi kelompok minoritas. Dari advokasi hak-hak sipil hingga upaya mediasi konflik berbasis kearifan lokal, NU tidak hanya tampil sebagai organisasi keagamaan, tetapi juga sebagai agen perdamaian yang aktif dan kontekstual.
Mengulas landasan teologis dan kultural yang menjadi pijakan NU dalam membangun sikap inklusif, seperti prinsip tasamuh (toleransi), tawassuth (moderasi), dan i’tidal (keadilan). Nilai-nilai tersebut diuji dalam situasi nyata, ketika tekanan sosial, politik, dan ekonomi berpotensi memecah harmoni masyarakat.
Lebih dari sekadar dokumentasi, karya ini menawarkan refleksi kritis tentang bagaimana tradisi keagamaan dapat beradaptasi tanpa kehilangan esensinya. Di tengah derasnya arus disrupsi, menegaskan bahwa toleransi bukan hanya ideal moral, melainkan praktik sosial yang harus terus diperjuangkan. Sebuah kisah inspiratif tentang keteguhan, empati, dan komitmen terhadap kemanusiaan.

Ukuran: 15,5 cm x 23 cm
Tebal: 143 halaman
ISBN: dalam proses

Kategori:

Deskripsi

Buku ini menghadirkan potret mendalam tentang dinamika keberagaman di tengah perubahan sosial yang kian cepat. Di era disrupsi—ditandai oleh transformasi digital, polarisasi identitas, dan menguatnya wacana intoleransi—tantangan terhadap kehidupan harmonis antarumat beragama semakin kompleks. Buku ini menyoroti peran strategis Nahdlatul Ulama (NU), khususnya di Indramayu, dalam menjaga nilai-nilai toleransi dan keadilan sosial.
Melalui pendekatan naratif dan reflektif, pembaca diajak menyelami berbagai kisah nyata tentang bagaimana NU Indramayu hadir sebagai pelindung bagi kelompok minoritas. Dari advokasi hak-hak sipil hingga upaya mediasi konflik berbasis kearifan lokal, NU tidak hanya tampil sebagai organisasi keagamaan, tetapi juga sebagai agen perdamaian yang aktif dan kontekstual.
Mengulas landasan teologis dan kultural yang menjadi pijakan NU dalam membangun sikap inklusif, seperti prinsip tasamuh (toleransi), tawassuth (moderasi), dan i’tidal (keadilan). Nilai-nilai tersebut diuji dalam situasi nyata, ketika tekanan sosial, politik, dan ekonomi berpotensi memecah harmoni masyarakat.
Lebih dari sekadar dokumentasi, karya ini menawarkan refleksi kritis tentang bagaimana tradisi keagamaan dapat beradaptasi tanpa kehilangan esensinya. Di tengah derasnya arus disrupsi, menegaskan bahwa toleransi bukan hanya ideal moral, melainkan praktik sosial yang harus terus diperjuangkan. Sebuah kisah inspiratif tentang keteguhan, empati, dan komitmen terhadap kemanusiaan.

Ukuran: 15,5 cm x 23 cm
Tebal: 143 halaman
ISBN: dalam proses

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “KETIKA DISRUPSI MENGUJI TOLERANSI: Cerita NU Indramayu Melindungi Minoritas Penulis: Syahrul Kirom, S.Fil.I., M.Phil. & H. Bisri, S.Ag., M.Fil.I.”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Shopping cart

close