Nuansa Komunikasi, Demokrasi dan Tata Dunia di Era Digital Penulis: Muhammad Thaufan Arifuddin, M.A., Ph.D (Cand).

New!

Buku ini merupakan karya intelektual mendalam yang membedah kompleksitas hubungan antara media, kekuasaan, dan tatanan global di era digital kontemporer. Melalui pendekatan interdisipliner, penulis mengeksplorasi bagaimana teknologi komunikasi tidak hanya mengubah cara manusia berinteraksi, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam pertarungan geopolitik dan ideologi. Fokus utama terletak pada analisis kritis terhadap fenomena mediatisasi yang mempengaruhi struktur demokrasi dan kesadaran publik.
Di bagian awal menghadirkan landasan paradigmatik dengan mengulas pemikiran raksasa teori kritis seperti Jürgen Habermas. Penulis membedah konsep ruang publik (public sphere) dan aksi komunikasi sebagai upaya emansipatif untuk membela demokrasi dari kepungan kapitalisme pengawasan dan manipulasi opini publik berbasis algoritma. Transisi dari teori menuju realitas diperkuat dengan analisis mendalam mengenai dekolonisasi intelektual dan peran filsafat Islam dalam menjawab tantangan modernitas.
Menawarkan perspektif tajam mengenai dinamika geopolitik, khususnya di kawasan Timur Tengah. Penulis menganalisis persaingan kekuatan global antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran melalui kacamata teori permainan (game theory) dan realisme politik. Isu-isu seperti strategi militer asimetris, runtuhnya hegemoni teknologi Barat, serta relevansi ideologi kesyahidan dalam perlawanan politik dibahas secara provokatif untuk menunjukkan bahwa kedaulatan di era digital bukan sekadar soal senjata, melainkan kecerdasan dalam membaca narasi lawan.
Di bagian penutup, mengemukakan analisisnya pada konteks nasional Indonesia, mulai dari tantangan reformasi kepolisian hingga kritik terhadap kebijakan ekonomi inklusif. Dengan menyatukan wacana teoretis yang tinggi dan isu-isu praktis di lapangan, karya ini menjadi panduan penting bagi akademisi, mahasiswa, dan pemerhati sosial politik untuk memahami transformasi tata dunia yang kian tidak menentu. Secara keseluruhan, adalah seruan untuk menjaga nalar kritis di tengah derasnya arus informasi digital.

Ukuran: 15,5 cm x 23 cm
Tebal: 221 halaman
ISBN: dalam proses

Kategori:

Deskripsi

Buku ini merupakan karya intelektual mendalam yang membedah kompleksitas hubungan antara media, kekuasaan, dan tatanan global di era digital kontemporer. Melalui pendekatan interdisipliner, penulis mengeksplorasi bagaimana teknologi komunikasi tidak hanya mengubah cara manusia berinteraksi, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam pertarungan geopolitik dan ideologi. Fokus utama terletak pada analisis kritis terhadap fenomena mediatisasi yang mempengaruhi struktur demokrasi dan kesadaran publik.
Di bagian awal menghadirkan landasan paradigmatik dengan mengulas pemikiran raksasa teori kritis seperti Jürgen Habermas. Penulis membedah konsep ruang publik (public sphere) dan aksi komunikasi sebagai upaya emansipatif untuk membela demokrasi dari kepungan kapitalisme pengawasan dan manipulasi opini publik berbasis algoritma. Transisi dari teori menuju realitas diperkuat dengan analisis mendalam mengenai dekolonisasi intelektual dan peran filsafat Islam dalam menjawab tantangan modernitas.
Menawarkan perspektif tajam mengenai dinamika geopolitik, khususnya di kawasan Timur Tengah. Penulis menganalisis persaingan kekuatan global antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran melalui kacamata teori permainan (game theory) dan realisme politik. Isu-isu seperti strategi militer asimetris, runtuhnya hegemoni teknologi Barat, serta relevansi ideologi kesyahidan dalam perlawanan politik dibahas secara provokatif untuk menunjukkan bahwa kedaulatan di era digital bukan sekadar soal senjata, melainkan kecerdasan dalam membaca narasi lawan.
Di bagian penutup, mengemukakan analisisnya pada konteks nasional Indonesia, mulai dari tantangan reformasi kepolisian hingga kritik terhadap kebijakan ekonomi inklusif. Dengan menyatukan wacana teoretis yang tinggi dan isu-isu praktis di lapangan, karya ini menjadi panduan penting bagi akademisi, mahasiswa, dan pemerhati sosial politik untuk memahami transformasi tata dunia yang kian tidak menentu. Secara keseluruhan, adalah seruan untuk menjaga nalar kritis di tengah derasnya arus informasi digital.

Ukuran: 15,5 cm x 23 cm
Tebal: 221 halaman
ISBN: dalam proses

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Nuansa Komunikasi, Demokrasi dan Tata Dunia di Era Digital Penulis: Muhammad Thaufan Arifuddin, M.A., Ph.D (Cand).”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Shopping cart

close