SAKTAH: Puisi yang lahir dari hati Penulis: Eka Safitri

Rp 57.000

New!

Merupakan kumpulan puisi yang merekam perjalanan batin penulis selama belasan tahun. Buku ini menghadirkan pengalaman emosional yang berubah-ubah, mulai dari masa pencarian diri, perasaan rindu, hingga luka yang pernah begitu dalam. Setiap puisi lahir dari pergulatan hati yang nyata, baik karena melihat kondisi hatinya sendiri atupun kegundahan penulis melihat kenyataan dalam diri orang lain. Pembaca akan menemukan puisi tentang cinta yang tumbuh dan memudar, kenangan yang sulit dilepaskan, serta perpisahan yang mengubah cara pandang terhadap hidup. Ada juga puisi yang menyuarakan ketakutan, kekecewaan, dan keikhlasan yang datang setelah perjuangan panjang untuk menerima realitas. Metafora alam seperti hujan, angin, senja, daun daun, dahan dan laut sering hadir untuk menggambarkan keadaan hati yang berlapis dan kompleks.
Meski sebagian puisi berangkat dari kepedihan dan kehilangan, banyak pula yang menampilkan harapan baru, cahaya kecil yang muncul setelah keterpurukan, serta rasa syukur atas perjalanan hidup yang penuh pelajaran. Melalui pilihan kata yang sederhana namun sarat makna, penulis mengajak pembaca merasakan bagaimana setiap perasaan baik yang indah maupun menyakitkan membentuk diri menjadi lebih utuh. Saktah ingin menyampaikan pesan bahwa jeda dalam hidup bukan hanya berhenti, tetapi momen untuk kembali mendengar suara hati sendiri. Ditulis dengan gaya puisi bebas yang mencerminkan kebebasan penulis dalam mengungkapkan narasi hatinya. Menjadi cermin perjalanan emosional manusia yang universal, penuh luka, penuh belajar, namun selalu memiliki ruang untuk bertumbuh dan menemukan kedamaian

Ukuran: 13 cm x 19 cm
Tebal: 126 halaman
ISBN: dalam proses

Kategori:

Deskripsi

Merupakan kumpulan puisi yang merekam perjalanan batin penulis selama belasan tahun. Buku ini menghadirkan pengalaman emosional yang berubah-ubah, mulai dari masa pencarian diri, perasaan rindu, hingga luka yang pernah begitu dalam. Setiap puisi lahir dari pergulatan hati yang nyata, baik karena melihat kondisi hatinya sendiri atupun kegundahan penulis melihat kenyataan dalam diri orang lain. Pembaca akan menemukan puisi tentang cinta yang tumbuh dan memudar, kenangan yang sulit dilepaskan, serta perpisahan yang mengubah cara pandang terhadap hidup. Ada juga puisi yang menyuarakan ketakutan, kekecewaan, dan keikhlasan yang datang setelah perjuangan panjang untuk menerima realitas. Metafora alam seperti hujan, angin, senja, daun daun, dahan dan laut sering hadir untuk menggambarkan keadaan hati yang berlapis dan kompleks.
Meski sebagian puisi berangkat dari kepedihan dan kehilangan, banyak pula yang menampilkan harapan baru, cahaya kecil yang muncul setelah keterpurukan, serta rasa syukur atas perjalanan hidup yang penuh pelajaran. Melalui pilihan kata yang sederhana namun sarat makna, penulis mengajak pembaca merasakan bagaimana setiap perasaan baik yang indah maupun menyakitkan membentuk diri menjadi lebih utuh. Saktah ingin menyampaikan pesan bahwa jeda dalam hidup bukan hanya berhenti, tetapi momen untuk kembali mendengar suara hati sendiri. Ditulis dengan gaya puisi bebas yang mencerminkan kebebasan penulis dalam mengungkapkan narasi hatinya. Menjadi cermin perjalanan emosional manusia yang universal, penuh luka, penuh belajar, namun selalu memiliki ruang untuk bertumbuh dan menemukan kedamaian

Ukuran: 13 cm x 19 cm
Tebal: 126 halaman
ISBN: dalam proses

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “SAKTAH: Puisi yang lahir dari hati Penulis: Eka Safitri”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Shopping cart

close