Trilogi Embun di Balik Jeruji Karat Penulis: Galah Bakti Pradana, dkk.

Rp 81.000

New!

Penulis:
Galah Bakti Pradana
Lulu Saffanah
Khanif Ngabdan Syakuro
Rohmah Febiani
Nabila Hastiwi

Novel ini mengikuti tiga lelaki dari latar berbeda: Langit Arsa Pramana, G.B. (Pak Gun), dan Angkasa, yang sama sama terjerembab oleh kemiskinan, gengsi, dan narkoba. Langit tumbuh di tanah merah Demak sebagai anak buruh tani dengan mimpi menjadi tentara, lalu berputar jadi buruh pabrik, pengawal kereta, montir, hingga terperosok dalam penadahan dan sabu yang menjerumuskannya ke lingkar penjara panjang—dari Polres, Rutan, Nusakambangan, Ambarawa hingga Purwokerto—serta menghancurkan pernikahannya dengan Sekar dan peran idealnya sebagai ayah.
Pak Gun berasal dari lorong pasar Kudus sebagai “Raja Kios” sepatu dan tas yang tampak sukses, menikah dengan Yuni dan punya anak, namun perlahan digerogoti sabu sampai kios bangkrut, rumah tangga pecah, dan ia berkali kali diborgol hingga menjadi “yatim piatu” di balik jeruji setelah orang tuanya meninggal tanpa sempat ia dampingi. Di dalam lapas, ia menemukan kembali dirinya lewat rehabilitasi, seni, dan menulis; membangun komunitas puisi dan diskusi iman yang mengubahnya dari bandar yang mengejar keuntungan menjadi lelaki yang ingin “berdagang” hanya dengan Tuhan lewat taubat dan sisa umur.
Angkasa, seorang konsultan yang hidupnya tampak rapi dan logis, menjadi cermin lain tentang rapuhnya kendali: satu “pekerjaan sampingan” mengantar paket pada pukul 21.00 mengubahnya dari profesional mapan menjadi tersangka yang hidupnya runtuh di ruang pemeriksaan dan sel karantina. Di balik tembok, kisah ketiganya saling memantul: penjara menjadi cermin yang memaksa mereka melihat luka—anak yang tumbuh tanpa ayah, pasangan yang lelah, orang tua yang wafat—sekaligus rahim kedua yang melahirkan pilihan baru. Novel ini akhirnya menegaskan bahwa kebebasan sejati bukan hanya keluar dari gerbang lapas, tetapi keberanian untuk berhenti berkompromi dengan hati nurani dan benar benar pulang: kepada keluarga, kepada Tuhan, dan kepada diri sendiri yang lebih jujur dan membumi.

Ukuran: 15,5 cm x 23 cm
Tebal: 188 halaman
ISBN: dalam proses

Kategori:

Deskripsi

Penulis:
Galah Bakti Pradana
Lulu Saffanah
Khanif Ngabdan Syakuro
Rohmah Febiani
Nabila Hastiwi

Novel ini mengikuti tiga lelaki dari latar berbeda: Langit Arsa Pramana, G.B. (Pak Gun), dan Angkasa, yang sama sama terjerembab oleh kemiskinan, gengsi, dan narkoba. Langit tumbuh di tanah merah Demak sebagai anak buruh tani dengan mimpi menjadi tentara, lalu berputar jadi buruh pabrik, pengawal kereta, montir, hingga terperosok dalam penadahan dan sabu yang menjerumuskannya ke lingkar penjara panjang—dari Polres, Rutan, Nusakambangan, Ambarawa hingga Purwokerto—serta menghancurkan pernikahannya dengan Sekar dan peran idealnya sebagai ayah.
Pak Gun berasal dari lorong pasar Kudus sebagai “Raja Kios” sepatu dan tas yang tampak sukses, menikah dengan Yuni dan punya anak, namun perlahan digerogoti sabu sampai kios bangkrut, rumah tangga pecah, dan ia berkali kali diborgol hingga menjadi “yatim piatu” di balik jeruji setelah orang tuanya meninggal tanpa sempat ia dampingi. Di dalam lapas, ia menemukan kembali dirinya lewat rehabilitasi, seni, dan menulis; membangun komunitas puisi dan diskusi iman yang mengubahnya dari bandar yang mengejar keuntungan menjadi lelaki yang ingin “berdagang” hanya dengan Tuhan lewat taubat dan sisa umur.
Angkasa, seorang konsultan yang hidupnya tampak rapi dan logis, menjadi cermin lain tentang rapuhnya kendali: satu “pekerjaan sampingan” mengantar paket pada pukul 21.00 mengubahnya dari profesional mapan menjadi tersangka yang hidupnya runtuh di ruang pemeriksaan dan sel karantina. Di balik tembok, kisah ketiganya saling memantul: penjara menjadi cermin yang memaksa mereka melihat luka—anak yang tumbuh tanpa ayah, pasangan yang lelah, orang tua yang wafat—sekaligus rahim kedua yang melahirkan pilihan baru. Novel ini akhirnya menegaskan bahwa kebebasan sejati bukan hanya keluar dari gerbang lapas, tetapi keberanian untuk berhenti berkompromi dengan hati nurani dan benar benar pulang: kepada keluarga, kepada Tuhan, dan kepada diri sendiri yang lebih jujur dan membumi.

Ukuran: 15,5 cm x 23 cm
Tebal: 188 halaman
ISBN: dalam proses

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Trilogi Embun di Balik Jeruji Karat Penulis: Galah Bakti Pradana, dkk.”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Shopping cart

close