Teologi Rasional Harun Nasution Penulis: Bagus Muwaafiqul Aufa, dkk.

Rp 47.500

New!

Penulis:
Bagus Muwaafiqul Aufa
Antika Dwi Septiana
Ikhlasul Amaliah

Pemikiran rasional Harun Nasution tumbuh dari perjumpaan panjang antara tradisi Islam klasik, modernitas, dan dinamika sosial Indonesia. Dari ruang-ruang belajar di Timur Tengah hingga pergulatan intelektual di Barat, ia menyerap berbagai arus pemikiran yang kemudian membentuk cara pandangnya: bahwa agama tidak hanya berdiri sebagai keyakinan, tetapi juga sebagai wacana yang harus dibaca dengan akal, sejarah, dan pengalaman manusia.
Dalam lanskap keislaman Indonesia yang diwarisi dari tradisi teologis beragam, gagasan-gagasannya hadir sebagai angin baru. Ia membawa kembali semangat rasional yang pernah menguat pada masa keemasan Islam, lalu menempatkannya dalam konteks keindonesiaan. Dari sinilah teologi rasional ia susun, sebuah pendekatan yang menghubungkan wahyu dengan nalar, keyakinan dengan keteraturan alam, serta iman dengan tanggung jawab manusia terhadap sejarahnya sendiri.
Masuknya gagasan-gagasan itu ke dunia akademik membuka ruang baru bagi pendidikan Islam. Perguruan tinggi tidak lagi sekadar menjadi tempat pewarisan doktrin, tetapi berubah menjadi arena dialog dan pencarian. Di sana, mahasiswa belajar memahami Tuhan, manusia, dan alam melalui pendekatan ilmiah yang tetap berakar pada nilai-nilai spiritual. Perlahan, sebuah generasi yang lebih kritis, lebih reflektif, dan lebih berani menafsirkan ulang keberagamaannya.
Perjalanan pemikiran Harun Nasution menunjukkan bahwa perubahan cara berpikir bukanlah sesuatu yang muncul tiba-tiba. Ia lahir dari perjumpaan sejarah, pergulatan gagasan, dan kebutuhan zaman. Dari teologi klasik hingga rasionalisme modern, dari ruang kuliah hingga kebijakan pendidikan, pemikiran Harun menjadi jembatan yang mempertemukan iman dengan akal, tradisi dengan modernitas, dan Islam dengan dunia yang terus bergerak.
Melalui pendekatan yang jernih dan analitis, buku ini mengajak pembaca menelusuri bagaimana ide-ide rasional itu berkembang dan memberi bentuk pada wajah intelektual Islam Indonesia.

Ukuran: 15,5 cm x 23 cm
Tebal: 72 halaman
ISBN: dalam proses

Kategori:

Deskripsi

Penulis:
Bagus Muwaafiqul Aufa
Antika Dwi Septiana
Ikhlasul Amaliah

Pemikiran rasional Harun Nasution tumbuh dari perjumpaan panjang antara tradisi Islam klasik, modernitas, dan dinamika sosial Indonesia. Dari ruang-ruang belajar di Timur Tengah hingga pergulatan intelektual di Barat, ia menyerap berbagai arus pemikiran yang kemudian membentuk cara pandangnya: bahwa agama tidak hanya berdiri sebagai keyakinan, tetapi juga sebagai wacana yang harus dibaca dengan akal, sejarah, dan pengalaman manusia.
Dalam lanskap keislaman Indonesia yang diwarisi dari tradisi teologis beragam, gagasan-gagasannya hadir sebagai angin baru. Ia membawa kembali semangat rasional yang pernah menguat pada masa keemasan Islam, lalu menempatkannya dalam konteks keindonesiaan. Dari sinilah teologi rasional ia susun, sebuah pendekatan yang menghubungkan wahyu dengan nalar, keyakinan dengan keteraturan alam, serta iman dengan tanggung jawab manusia terhadap sejarahnya sendiri.
Masuknya gagasan-gagasan itu ke dunia akademik membuka ruang baru bagi pendidikan Islam. Perguruan tinggi tidak lagi sekadar menjadi tempat pewarisan doktrin, tetapi berubah menjadi arena dialog dan pencarian. Di sana, mahasiswa belajar memahami Tuhan, manusia, dan alam melalui pendekatan ilmiah yang tetap berakar pada nilai-nilai spiritual. Perlahan, sebuah generasi yang lebih kritis, lebih reflektif, dan lebih berani menafsirkan ulang keberagamaannya.
Perjalanan pemikiran Harun Nasution menunjukkan bahwa perubahan cara berpikir bukanlah sesuatu yang muncul tiba-tiba. Ia lahir dari perjumpaan sejarah, pergulatan gagasan, dan kebutuhan zaman. Dari teologi klasik hingga rasionalisme modern, dari ruang kuliah hingga kebijakan pendidikan, pemikiran Harun menjadi jembatan yang mempertemukan iman dengan akal, tradisi dengan modernitas, dan Islam dengan dunia yang terus bergerak.
Melalui pendekatan yang jernih dan analitis, buku ini mengajak pembaca menelusuri bagaimana ide-ide rasional itu berkembang dan memberi bentuk pada wajah intelektual Islam Indonesia.

Ukuran: 15,5 cm x 23 cm
Tebal: 72 halaman
ISBN: dalam proses

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Teologi Rasional Harun Nasution Penulis: Bagus Muwaafiqul Aufa, dkk.”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Shopping cart

close